6. Etos Kerja yang Tinggi
Orang lokal memanfaatkan waktu dengan efektif dan efisien agar bisa bersegera untuk berpindah satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Langkah mereka yang satset seperti berjalan, berbelanja, bekerja, dan kegiatan yang lain dikerjakan dengan bersegera karena mereka menghargai waktu yang bisa dipakainya untuk produktivitas atau sekedar healing sejenak buat recovery agar bisa lanjut bekerja dengan semangat esoknya.
Kecintaannya pada pekerjaan menjadikan mereka kerja hingga usia lanjut. Tidak ada kata pensiun dalam hidup mereka. Usia 40 50 tahun masih sehat dan masih dianggap usia produktif untuk bekerja padahal kadang di negara kita usia segitu dianggap usia pensiun bahkan ada yang pensiun dini akibat sakit karena bawaan atau karena pola hidup.
Etos kerja yang tinggi menjadi budaya nihonjin, merupakan identitas, dan kebanggaan mereka. WNI yang bekerja di sini juga terlatih dengan culture orang jepang yang akhirnya membuatnya hidup layak dan mayoritas sukses karena menjadikannya habit atau kebiasaan.
Orang lokal yang tidak punya etos kerja yang tinggi akan ketinggalan bahkan kemungkinan tidak akan hidup dengan layak karena di Jepang lifestylenya orang dituntut untuk hidup mandiri, yang jika tidak mengandalkan diri sendiri maka sulit untuk mencapai kedamaian hidup, sedangkan di Indonesia masih menjunjung tinggi toleransi gotong royong sistem kekeluargaan yang mungkin keluarga akan lapang dada untuk membantu finansial seumur hidup.
Namun jika di jepang orang yang tidak punya etos kerja yang tinggi hidupnya akan biasa-biasa saja dan sekedar hidup yang bahkan bisa menjadi tuna wisma karena mungkin tidak ada tempat yang mau memperkerjakan pribadi seperti itu, yang akhirnya berakhir dengan menjadi tuna wisma yang hidup dengan mengharapkan bantuan pemerintah dan uluran tangan orang yang lewat.
Saya mempunyai guru ngaji di jepang berusia hampir 60 tahun dan setiap hari tiada hari dengan produktifitas, ada-ada saja karyanya, dan aktivitas yang bermanfaat. Beliau bekerja dari rumah, membuka toko roti, setiap hari memasak, memberi makan atau oleh-oleh tamu yang datang, mengisi pengajian, TPQ, membuka kelas bahasa Jepang, kelas masak, hingga sementara ini sedang berusaha untuk membangun masjid di dekat rumahnya.
Dan guru ngaji saya ini orang Indonesia yang mengadaptasi budaya etos kerja yang tinggi dari orang lokal atau memang pemahamannya yang baik dari Indonesia melalui pembelajaran agama dan sosial menjadikan beliau bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu, beralih dari kesibukan satu ke kesibukan lainnya sehingga setiap hari hidupnya selalu produktif.
Karena kunci kesuksesan itu salah satunya ialah punya etos kerja yang tinggi, karena orang yang sering leyeh-leyeh akan tergantikan oleh zaman dan AI atau pekerja lainnya. Sulit untuk punya masa depan yang cemerlang lantaran masa muda rebahan membuat badan akan lebih ringkih dari orang-orang yang bekerja secara sehat setiap hari.
Comments
Post a Comment