1. Makan Makanan Hambar
Namun kenyataannya mayoritas rasa masakan di negara yang terkenal dengan ramennya itu terasa hambar bagi lidah warga Indonesia yang terbiasa makan dengan garam, micin, dan gula yang berlebih.
Apalagi juga ditambah dengan pewarna makanan, di Indonesia sendiri yang terkenal dengan banyak bumbu rempah dan rimpangnya. Sedang di Jepang lebih mengutamakan cita rasa bahan asli daripada menggunakan banyak bumbu hingga penguat rasa.
Menelisik dari sejarah karena nenek moyang mereka dahulu mengalami kekurangan akibat peperangan dan negara 4 musim yang tidak begitu mendukung untuk tumbuhnya bahan bumbu seperti rimpang dan rempah menyebabkan cita rasa makanan cenderung hambar.
Namun dengan hambarnya masakan negeri sakura ini hingga meminimalisir penggunaan pewarna dan pengawet menjadikan makanan mereka lebih sehat.
Sangat jarang ditemukan anak-anak, orang dewasa hingga sakit karena faktor makanan atau kebiasaan makan.
Bahan masakan juga dikemas dengan rapih dan steril membuat makanan yang dihasilkan menjadi lebih higienis, sehingga meminimalisir sakit perut dan keracunan makanan.
Salah satu bahan penyedap masakan ialah garam, micin, dan gula. Seperti yang kita tahu bahwa mengonsumsi gula dan garam atau micin berlebihan dalam kurun waktu yang panjang akan menyebabkan berbagai penyakit kronik hingga kematian seperti diabetes, hipertensi, jantung, kolesterol, stroke dll.
Padahal Indonesia dikenal dengan rimpang dan rempah yang jika dikonsumsi dengan benar maka akan menjadikan tubuh prima hingga di usia tua seperti orang-orang Jepang yang produktif bahkan di usia lansia hingga 90 tahun.
Sering di stasiun saya melihat lansia usia kurang lebih hingga 70-an tahun masih tegap pulang dari tempat kerja dengan berpakaian rapih, mengangkat koper besar, menuruni anak tangga yang tidak sedikit alih-alih menaiki elevator tapi mereka memilih menggunakan tangga.
Faktor yang mendukung kebugaran tubuh mereka ialah karena makanan hambar yang dikonsumsinya setiap hari, menjadi asupan nutrisi bagi tubuh untuk menyuport aktivitas sehari-hari.
Comments
Post a Comment